13.11.16

ten hours of ...

tidak ada gunanya berkontemplasi tentang kita yang nyata hanya untuk sepanjang sepuluh jam. tidak ada bedanya, kebahagiaan yang kita perbincangkan sepanjang sepuluh jam itu, dengan kebahagiaan lain yang dapat dicari diluar sana. kebahagiaan kala itu, coklat, kopi, keripik, software pengolah data yang not responding, botol-botol yang berisi beragam jenis air. menertawakan diri kita sendiri pada pukul satu dini hari di depan pintu sebuah gedung, bertemankan angin malam yang dinginnya menembus baju tiga lapis.
tidak ada hal lain yang ingin aku ketahui selain apa yang kamu rasakan saat itu. apakah rasa bahagia yang sama yang aku rasakan saat itu juga kamu rasakan? meski hanya untuk sepanjang sepuluh jam. rasanya seperti mengecup wewangian edelweiss di puncak gunung, yang harumnya mengobati segala kerinduan. rasanya seperti menghirup kabut yang turun kala itu, segarnya menyejukkan hati. namun hanya untuk sepanjang sepuluh jam. siapa pula yang bisa terikat perasaan sesaat hanya untuk sepanjang sepuluh jam? mungkin hanya aku. namun entahlah. semua berkata itu hanya sepanjang sepuluh jam. tapi rasanya tidak secepat itu.
seharusnya dari awal tidak kunaiki perahu itu, karena ditengah jalan, gelombangmu menghadang dan meluluhlantakkan segalanya, membawaku kembali ke pulauku. seharusnya aku tidak hanyut terbawa... karena semuanya terjadi hanya untuk sepanjang sepuluh jam.
akhirnya aku pergi. aku tidak mau terngiang apa-apa yang terjadi selama sepanjang sepuluh jam itu.

'keluyuran terus lu'
"biar bahagia"


1.11.16

61 jam...

Mimpi apa gue tengah semester gini nekat pergi ke geomer kabupaten penelitian KL seminggu lebih awal. Bukan, bukan buat advance KL-_- ini... iya. Ketebak banget ya. Jumat kemarin gue mendadak mbatalin janji gue untuk ikutan aksi ke istana negara bareng anak kastrat, dan temen gue yang anak kastrat itu udah tau gue mau kemana-_-

Day I
Janjian jam 5 sore di depan gereja kudus pasar minggu, kita berempat jalan ke wonosobo naik bus Sinar Jaya. Gue pikir Mba Rere ikutan, taunya dia cuma nganter aja. Yes, literally gue cewe sendiri. Di bus gue duduk sama Mas Jo. Dia kelihatannya baik-baik saja setelah mengetahui kalau gue masih kuliah *trsknp* Tidur kek orang bener di bus selama 12 jam-_-

Day II
Nyampe di Terminal Mendolo jam 5 pagi. Kita berempat bego-bego sebentar sambil ngecharge handphone. Pick up yang bisa nganter sampai ke basecamp baru ada jam 8an. Kita juga harus mesen tiket pulang dan loket dibuka jam 7. Dan ada satu orang lagi yang mau ikutan, dari Bandung, dan posisinya masih di Sokaraja, mayan jauh. Sekitar jam 8 Mas Robby, yang dari Bandung, akhirnya sampai. Orangnya agak gemuk, logatnya meni sunda pisan euy:'

Kita ke basecamp naik pick up berduapuluh (ini serius) barengan sama pendaki lain. Tapi mereka mau ke Sindoro. Iya, basecamp Sindoro via Kledung dan basecamp Sumbing via Garung itu sebrangan:') Jadi sekalian kita nebeng.

Di basecamp garung, Mas Angga dan Mas Condet ketemu sama temen mereka, Mba Hilda, yang juga mau naik bersama tiga temannya. Akhirnya kita naik bareng aja bersembilan.

SERU GILAK ke Pos 1 nya naik ojek... keseruannya tidak dapat digambarkan dengan kata-kata:' pokoknya kalo kesana lagi gue mau video-in:( suaranya kaya tawon, jalannya cepeeet banget padahal nanjak, medannya berbatu, kelok-kelok:(
kek gojek ye abangnya:( btw iya itu gue duduk di depan.
Nah di sepanjang jalan naik ini, gue lebih sering jalan sama Mas Robby. Padahal kita semua barang bawaannya mah sama-sama berat... entahlah mungkin Mas Robby dan gue lagi bersemangat naik. Terus jadi bertiga bareng sama Mas Angga juga.
ini jalur apa sih:( tapi masih ada yang lebih manthap:')

inimah bonus:')
nha ini climbing wakakakak
Kita jalan jam setengah 11 dari pos 1, sampai di pestan jam setengah 3 sore. Kondisinya gerimis lucu, berkabut. Nama posnya Pestan pula.... itu singkatan dari Pasar Setan katanya:'' setelah bikin tenda, kita masak. Eh terus Sindoronya muncul dari balik kabut:'))) jadilah foto-foto lucu.

sindoro with lenticular cloud uuu
 

pestan dan kabutnya kala itu
Namun tak lama hujan turun kembali. Karena gue kedinginan, jadilah gue kerubutan sejadi-jadinya di tenda. Mana miring tendanya, alhasil merosot terus. Dari jam 7 malem, gue lihat jam tiba-tiba udah tengah malem. Mana tenda sebelah ngeri banget pula...
"Kamu siapa?!"
'Ini aku Hilda...'
"Kamu yakin kamu Hilda? Emang kamu asalnya dari mana?"
'Ini aku Hilda dari Jakarta, temen kamu...'
Terus temen cewenya si Hilda ngaji... Terus gue ndengerin Mas Rob sama Mas Jo cerita tentang hidayah agama gitu dah rangerti. Lalu pukul 3 pagi Mas Angga rusuh ngebangunin buat summit. Pada saat itulah... gue ndenger suara gamelan for the first time in forever di atas gunung dan suaranya jelas banget. Dan ngga ada orang lain yang ndenger selain gue. Okesip.
cerahnya malam kala itu... tapi suara gamelan mengalihkan segalanya
Summitnya gila banget. Da best treknya. Katanya 2 jam cukup... tapi rasanya ngga nyampe-nyampee :''))) tapi akhirnya dari jam setengah 4, jam setengah 6 udah sampai di Puncak Buntu. Terus kita move on ke Puncak Kawah. Agak sedih sih karena ngga ke Rajawali nya tapi it's okay itung-itung kita memang cuma iseng kesini wakakak. Dan gue bersyukur banget karena cuaca pagi itu cerah, so clean, no cloud anjazschhh bahagia gue ngga sia-sia kesini:'''))))

ditengah jalan lagi summit, lelah, dan melihat kebelakang... begini bentuknya:')))
ada kawahnya :o
sunrise kala itu... kelihatan banyak gunung... merbabu merapi lawu arjuno uwuwuw
di puncak buntu...
di puncak kawah wkwkwk
 

Pas turun, baru berkabut. Dan gue ngga ngerti banget gimana cara turunnya wakakak. Tapi alhamdulillah sejam kemudian gue nyampe di camp. Disana kita masak, makan, dan cerita-cerita tentang kejadian semalem. Yang tenda sebelah sampe ngaji, terus gue denger gamelan itu:') yang paling parah Mas Robby... dia tengah malem habis cerita sama Mas Jo, ngelihat ada orang menggigil di luar tenda. Dia kira ada yang hipo sampe lost control gitu kan. Eh pas dia samperin orangnya malah ngilang. Okesip.

Setelah packing kita pun turun. Di jalan turun ini gue sempet jatuh nyrosot, mana jatohnya satu badan, diketawain lagi sama Mas Jo-_- Ntu medannya nerbener dah gue mendingan Selo dari pada ini:') Turun ke basecampnya naik ojek lagi:') mantap jiwa laaah.

Setelah sampe basecamp, makan, bebenah, bebersih, kita pun pulang. Gue duduk sama Mas Jo lagi. Kali ini lebih absurd, tidur sampe mangap-mangap, kejedot-jedot pula kepala, mantap jiwa lah. Pagi-pagi pas sampe rambutan turun dari bus, baru berasa kaki langkuy banget haha.

Agak sedih sih karena mesti kembali ke kenyataan:' Apalagi gue tetiba teringat tugas gue yang ngga kunjung gue kerjain padahal udah pada lewat dari deadline semua hahaha:''' Udah ah, mau ngerjain tugas lagi:' Babhay:'''

24.10.16

see you later.

aku tidak pernah menduga, jika kala itu adalah akhir dari pertemuan kita. setelah beberapa hari yang melelahkan, kita akhirnya harus berpisah. mungkin memang begini semestinya. mungkin memang begini yang terbaik.

aku tidak pernah menduga, jika kala itu adalah terakhir kalinya kita bertemu. mungkin karena itulah mendadak mataku kabur akibat lelehan rasa sedih. tepat setelah dirimu mengucapkan, "sampai ketemu lagi." dan aku langsung memalingkan muka, beranjak pergi. ada rasa yang tajam menusuk sesak dada hingga isak itu tak kuasa ku bendung.

aku tidak pernah menduga, jika kala itu adalah terakhir kalinya kita bertemu. kata-kata terakhirmu sebenarnya membuatku sedikit lega kala itu, "sampai ketemu lagi." kala itu aku percaya, kita akan bertemu lagi.

beberapa minggu lalu aku mengirimkan pesan padamu. dirimu bilang, sedang pergi jauh. entah kapan kembali. namun aku tetap percaya, kita akan bertemu kembali. hingga akhirnya kukirimkan pesan lagi, yang kemudian tak pernah terbalas.

mungkin sebegitu jauhnya dirimu pergi. hingga kata-kata terakhir itu lenyap ditelan jarak. terhapus waktu. tergerus dengan memori-memori baru dari perjalananmu. hingga kata-kata terakhir itu ikut pergi bersama dirimu yang melangkah ke antah berantah.

namun aku masih percaya, kita akan bertemu lagi.



meski tidak begitu kenyataannya.

16.10.16

29 jam... pegel:'

Hyaaaayyy akhirnya nge blog lagi:'
Akhirnya juga gue jalan lagi... sedih karena belakangan ini gue ngga bisa nge-handle tugas-tugas yang diberikan ke gue. Baik tugas kuliah, tugas organisasi, tugas kepanitaian, tugas rumah.... ngga ada yang gue kerjain wakakak:'' Sebelum jalan, gue sempet curhat gitu,
g: "gue banyak tugas tapi semalem gue malah tidur jam 9..."
d: "gapapa, tidur itu menyelesaikan masalah kok." :''''))) ngikik.

Yah. Intinya gue lagi bete kuliah aja. Dan banyak yang merasakan hal yang sama. Salah satunya Hafidz, yang ngajakin ke Semeru. Iya, awalnya kita berencana ke Semeru. Jadinya? Ke Bukit Bintang gara-gara celetukan gue ke Zulfa. Dan ternyata Hafidz juga pengen ke sana. Orang-orang awal yang mau jalan itu Hafidz, Zulfa, Martha, gue. Eh ternyata Martha ngga bisa. Akhirnya diganti Gendis. Untungnya Gendis ikut, kalo ngga gue jadi baygon:'

Gue dijemput sekitaran jam 7 malem hari Jumat. Gendis nyusul katanya jadi kita bertiga nyari makan dulu di Poltangan. Barulah setelah sekitar jam 9 malem Gendis nyampe di Antam dan kita langsung cao ke Bandung. Macet di Bekasi:( Pokoknya baru nyampe di Bandung sekitar tengah malem. Terus nyasar ke Bukit Bintangnya wahaha. Sempet stuck di perumahan warga yang jalanannya kecil banget. Harusnya lewat desa yang ada dibarat, kita naik dari desa yang di timur-_-

Jam setengah tiga pagi nyusurin Patahan Lembang teruuus sampai ke Bukit Bintang. Lumayan jalannya, sekitar 3 kilo dari desa yang di timur itu. Medannya ngga terlalu nanjak, tapi berlumpur banget. Tapi pemandangan di Bukit Bintang nya the best banget lah.

pemandangan dari trek naik patahan lembang
pemandangan dari bukit bintang. Itu yang jauh disana itu bulan terbenam, bukan matahari.
ketika iso rendah dan speed shutter lambat. Bintangnya banyak:')
ketika iso rendah tapi speed shutter ngga lambat-lambat banget. Yang kelihatan "bintang" di kota.
Daaan karena kita ninggal mobil di desa timur itu. Orang-orang setempat bilangnya itu Patrol. Sedangkan yang barat itu Cagak. Kalo mau ke Patrol dari Cagak sini bisa naik ojeg.... tarifnya 100rb per orang ngikik kali. Akhirnya baru berapa belas menit di Bukit Bintang, gue sama Hafidz memutuskan untuk track back ke Patrol lewatin Patahan Lembang tadi sementara Gendis dan Zulfa nunggu di Bukit Bintang.

AKHIRNYA FOR THE FIRST TIME IN FOREVER gue ngerasain juga trekking yang macem "jogging" pagi-pagi buta. Terus menatap wilayah Patrol yang kaya ke tutup kapas tipis:') Gokil lah track back ini. Berangkat 2.30 jam, pulang cuma 1 jam. Ngebut gara-gara Hafidz takut mobilnya di ganggu warga. Padahal kita nyampe sana mah baik-baik aja mobilnya. Tapi iya sih, ngalangin warung orang hahaha.

Yang lebih gokilnya itu pas jalan dari Patrol mau ke Cagak. Nanjak, jalanan berlubang, sempit, kelok-kelok tiada akhir. Lebih jauh dari Patrol ke  Cagak kalo pake mobil ketimbang lewat Patahan Lembang jalan kaki. Soalnya muter... dan kondisi jalannya gokil banget. Jalan dari Patrol jam 6.15, baru sampe jam 8.30. Gilak emang ntu jalan.

Di Bukit Bintang kita makan, foto-foto, gosipin orang-orang yang ada disana. Tiba-tiba ada dua cowok gitu gosipin pacar mereka yang mau ditaarufin sama cewe. Ehehehe. Lucu sih ndengerinnya.

pagi-pagi di Bukit Bintang ketika gue sama Hafidz lari-lari ke Patrol
uwww ceraaaah
Begitu gue duduk awannya banyak. okesip.

Habis dari sini kita mampir ke pom bensin yang ada di PHH Mustofa, terus kita semua tepar di mobil. Dari jam 10 sampe jam 12 kalo ngga salah. Lalu makan di Richeese Factory deket situ. Dan disini sekalian ngambis lucu gitu soalnya kita semua bawa laptop, charger, wuakakak langsung nge charge HP. Disini agak lama, karena bingung mau kemana. Tadinya mau ke Padalarang tapi jadinya jalan aja di Riau. Baru deh habis dari Riau balik.

Pas balik gue drop wahaha ngga jelas banget. Jadi pas naik itu hari pertama dapet, terus kata Zulfa gue drop gara-gara makan indomie-_- tapi meski begitu gue sedikit bahagia karena akhirnya bisa "keluar" sebentar dari tugas-tugas yang sebenernya ngga gue kerjain juga. Semoga setelah ini gue dapet temen jalan lain biar bisa pergi jauh lagi:')))

18.8.16

a day with ketum hmdg 16

Kok gitu ya title-nya hm sebenarnya kurang menarik. Tapi apa daya mager mikir:'

Iya, 17 Agustus 2016 gue "jalan-jalan" sama Sodi. Agak bosen sebenernya setelah dua kali simul bareng, dua kali panjang bareng, advance the villas nyasar di kebon pisang bareng, ke lombok bareng, balik dari bpab hampir selalu bareng, kepanitiaan pseg bareng, di hmd bareng, di gmc sama-sama di bidang diklat juga. Eeeh sekarang pas gue mau "jalan-jalan" berakhir sama Sodi juga. Ini semua karena Owet...

Jadi kemarin di grup sempet ada wacana mau jalan. Terus Owet bilang di grup "Gaada yang ikut gue tetep jalan". Gue pc Owet karena mau ikutan. Keesokan harinya, gue bertemu Sodi. Kata Sodi, Owet jadi ikutan acara survey di Cirebon. BETAPA PHP-NYA DOI ASTAGA. Terus entah kenapa gue lagi ngide banget, nyeletuk "Kita tektok Pangrango aja, Sod, cepet kok via Cibeureum."

Kebetulan, kata Sodi kemaren Mase juga begitu, tapi cuma sampe Kandang Batu. Gue berpikir, mungkin kalo ngga ada patroli, bisa tetep muncak. Kandang Batu itu jaraknya udah lumayan banget. Tinggal satu pos lagi, terus muncak. Yaudah gue nyeletuk lagi, "Yaudah deh gue kesana sendiri aja lah, ya."

Jadilah celetukan gue dibawa serius karena Sodi juga mau ikutan, sampe milih tanggal: 17 Agustus 2016. Ngga ngerti kenapa harus pas banget sama hari kemerdekaan. Katanya sih tanggal segitu Sodi lagi ngga ada jadwal rapat-_- Terus menentukan waktu dan tempat ketemuan: jam 5 pagi depan mares. Kita berusaha ngajak-ngajakin yang lain... tapi pada gamau ikutan. Yaudah berdua doang akhirnya.

Tapi entahlah, perasaan gue ngga enak._. Rencananya naik ngga bawa apa-apa, prakiraan cuaca badai petir, TNGGP lagi ditutup buat pendakian wahaha pendakian ilegal. Akhirnya gue ngechat Rani buat jadi pemantau w. Ehehe.

Saat hari H, kenyataannya gue baru sampe mares jam 5.30 pagi. Naik motor ke Cibodas dari mares pagi-pagi... begitu udah di Cisarua beuh mantap banget dinginnya. Sampe di Cisarua, berenti buat beli jajanan. Disini gue baru sadar ternyata dari tadi Sodi masih ngantuk, matanya merah banget wahaha jahat gue yak-_- tapi ngga mungkin juga kalo gue bawa motor.

Iya, biar ngebut. Gue mana berani ngebut di tikungan-tikungan yang ada di puncak. Ngeri banget. Saking ngebutnya, mares-Cibodas cuma dua jam (((dua jam))) Nyampe di Cibodas jam 7.30 pagi. Habis sarapan di warung deket sana, terus jam 8 pagi kita udah mulai treking. Treking naik ini bener-bener treking terngebut yang pernah gue lakukan.

akhirnyaa sampai di gerbang masuk
Mulai treking: 8.00
Sampe di Telaga Biru: 8.29 (basecamp-telaga biru 1.6 km)
Sampe di Persimpangan Curug Cibeureum: 8.42 (telaga biru-persimpangan 0.8 km)
Sampe di Air Panas: 9.58 (persimpangan-air panas 3.2 km)
Sampe di Kandang Batu: 10.21 (air panas-kandang batu 0.2 km)
Sampe di Air Terjun Pancaweuleuh 10.25 (kandang batu-pancaweuleuh 0.1 km)
Total jarak ditempuh: 5.9 km
Waktu tempuh: 2.5 jam
Kecepatan: 2.36 km/jam (habis makan NOS)
Sisa jarak ke Pangrango: 5.4 km

Telaga biruuu!
cerah:( mau ke puncak:(
Persimpangan Cibeureum-Jalur Pendakian. Kalo naik lewat jalan yang di sebelah kanan itu ke arah puncak. Pas kita jalan lewat situ diliatin orang-orang._.
air panas... disini airnya beneran panas... terus licin...
lumutnya tebel di air panas
air terjun pancaweuleuh
Dari air panas, kita udah ketemu sama ranger sana yang lagi patroli. Pas mau tanya boleh naik apa ngga, mereka udah jalan duluan. Ya akhirnya kita memutuskan untuk ngejar ranger tadi. Posisi mereka pas kita kejar udah ada di setelah Pancaweuleuh. DAN GABOLEH NAIK HIX SEDIH GILAK. Tapi apa daya... demi kelangsungan ekosistem:'

sebagai gambaran betapa sedihnya w udah setengah jalan disuru balik:'')
Padahal kalo gue perkirakan, dengan naik terus dan gaberenti kaya begini, bisa sampe puncak jam tiga sore:' Sodi bahkan udah ada bayangan nyampe puncak. Sedih banget yak. Yaudah akhirnya kita menghabiskan sisa waktu yang ada dengan berendem di air panas dan maen aer di Cibeureum.

Berendemin kaki di air panas... disini ngga panas sih, anget-anget lucu gitu.
Di air panas ini ngobrol ngalor ngidul tentang gunung-gunung. Katanya di Rinjani di tempat ngecampnya, kalo laper tinggal mancing, kalo capek tinggal berendem di air panas. Terus Semeru wahahaha gue bilang gue kayanya ngga akan ke Semeru, Sodi juga bilangnya cukup dia sampe Ranu Kumbolo aja. Arjuno... akhirnya gue minta maap juga ke Sodi gara-gara "nyeret" dia biar lari-lari turun gunung:( Agak sia-sia sih karena Sodi mengakui kalo turun gunung dia emang khilaf dan kayanya emang ngga ditakdirkan jadi sweeper turun.

Terus gue ceritain perjalanan gue ke Slamet karena ternyata Sodi belum pernah ke Slamet sama ke Sumbing. Kalo ke Merbabu dia udah berkali-kali, mau tanya tentang jalur-jalur di Merbabu kayanya dia udah khatam:( Gue bilang, kayanya semester depan gue bakal jalan terus gara-gara jadwal kuliah gue enak wehehe. Dia bilang dia pengen jalan juga kaya gue tapi belom kesampean... sibuk sih-_-

Yaaay dinginnn yaaay tapi kenapa muka gue gembira banget yak?
Itu kaki kalo nyelup begitu rasanya langsung beku. Kena tampias dari air terjun dibelakang pula. Mantap lah.
Kemudian gue baru tahu kalo Sodi orangnya pemikir. Kesian kadang gue sama orang-orang pemikir itu (karena kadang gue juga begitu). Banyak banget... terlalu banyak malah hal-hal yang dipikirin Sodi, sampai ke hal-hal terkecil, dan rata-rata bukan tentang diri dia sendiri. Lalu gue mengungkap alasan tentang kemampuan "menghilang"-nya yang legendaris wahahaha benci banget gue kalo Sodi tiba-tiba ngilang ngga bisa dihubungin. Tapi sekarang gue paham, dan kayanya bakal begitu juga suatu saat wkwkwk.

Yang paling sedih ketika ngomongin tentang peer di geo. Ada kalimat yang terucap dari Sodi dan menurut gue sedih banget "Yang ngga punya peer itu justru yang paling kesepian," Kok sedih:''' gue juga ngga ada peer tapi kayanya ngga kesepian amat:''' Terus ngomongin tentang adanya peer yang "lebih tinggi" dari peer lain. Lah aneh-aneh dah. Dia juga belum menemukan temen yang cocok buat diajak curhat di geo, Gue bilang, curhat aja sama temen SMA atau orang-orang yang lo biasa curhatin.

Eh dia bilang gini: gue ngga pernah curhat.
YA PANTESAN AJA JADI BEWOKAN GITU wong ngga curhat... dan ngga dicukur juga.

tuh bewokannn! bewokannnn
Tapi dia bilang dia dipaksa curhat sama anak-anak pi hmd. Baguslah hahaha.

Terus sepanjang jalan Sodi nyindir gue mulu astagah, kan lagi refreshing yak, lihat air terjun sambil makan coklat, namun kesenangan itu kemudian harus dipatahkan oleh sebuah pertanyaan "Windrose gimana?", atau celetukan, "Ya kaya sekret aja, ngga kelar-kelar sampe sekarang." Nyengir full mode on. Kemudian gue mengalihkan topik.

ya kan? menatap air terjun sambil makan coklat:'( bengbeng deng:'(
Habis maen di Cibereum kita pulang. Tidak lupa mengabari Rani kalo udah touchdown basecamp. Terus Sodi bilang kalo dia kayanya harus sering-sering begini karena ngga terlalu capek juga. Gue ajakin lagi naik bulan depan wahaha semoga yang ngikut juga banyak ngga cuma berdua begini. Owet sih pasti ikut.

Lalu dijalan kehujanan mulai dari The Villas sampe ke Depok. Mana di puncak macet ada parade nujuh belasan. Sodi di jalan ngantuk pula. Hujannya kaya hujan kerikil keras banget. Nyasar pas di Bogor. Kena banjirlah. Di Jalan Raya Bogor itu rasanya lamaaa banget ngga sampe-sampe padahal udah kedinginan. Astaga da bes lah itu perjalanan pulang.

Pulangnya Sodi ngajakin makan dulu di warteg di kober. Tadinya mau di qimpul tapi penuh banget aseli, puter balik deh jadinya. Pas Sodi udah lepas helm, gue lihat lagi matanya. Merah banget sumpah lebih merah dari tadi pagi. Gara-gara kena air ujan yang kaya kerikil itu:''' Terus pas lagi makan ndengerin siaran tv on the spot yang lagi mbahas Alas Purwo._.

Udah deh balik. Hingga kini Sodi menyalakan mode "menghilang"-nya yang legendaris itu. Tapi besok pasti muncul, ngga mungkin ngga soalnya ada acara psad haha. Udah gitu aja cuma mo ceritah perjalanan ngga jelas ini wkwkwk.