Hari ini, Senin lagi, sial lagi. Entah mengapa selalu sial hariku saat Senin. Padahal aku sudah melupakan pikiranku tentang "Senin pasti sial" tapi tetap saja, kenyataannya Senin sial untukku. Dan lagi-lagi, dia menatapku tajam, dingin, penuh kekejaman *oke, yang ini lebay. Entah mengapa selesai upacara aku langsung mengejarnya, padahal sebenarnya aku mau berlama-lama di bawah bersama salah satu temanku yang kebagian giliran untuk memainkan keyboard pagi ini. Lalu saat aku sedang menaiki tangga yang penuh dengan murid-murid yang ingin segera duduk di kelasnya masing-masing, aku bertemu kembali dengan mata itu, mata unik itu.
Hah, tapi sayangnya, aku melihat ada yang janggal, sepasang mata itu seperti ingin memberitahukanku bahwa akan ada masalah baru lagi. Dan, yak, mata itu benar! Ketika aku masuk ke kelas, salah satu sahabatku, bilang saja NP, memberitahukan kabar buruk, menyangkut inisial namanya, yang sama denganku (NPP). Beberapa bulan yang lalu, hingga sekarang, NP tergila-gila pada seseorang, katakan saja inisialnya XX. Dan XX itu adalah sahabat orang yang kusukai, yang tadi pagi menatapku kejam itu, katakan saja, inisial orang yang kusuka itu NZ. Dan ada pihak lain yang seharusnya bertanggung jawab atas semua ini, yah tidak juga, sih, inisialnya WD.
Jadi begini ceritanya, beberapa bulan yang lalu, NP memberikan sebuah hadiah untuk XX. Tapi NP tidak memberikannya langsung pada XX, melainkan dengan bantuan WD. Nah, di kotak tempat hadiah itu, NP menulis inisialnya : NPT. XX jelas penasaran dengan inisial itu, dia mencari tahu entah dengan cara apa, dan inisial itu jatuh pada korban pertama, NPA, salah satu temanku, anak perempuan berjilbab di kelas XX. Lalu korban kedua jatuh pada... Aku. Entah mengapa XX yakin sekali itu aku. WD bilang ke NP, bahwa tiap kali XX bertemu denganku, dia sering tersenyum, sayang sekali aku jarang melihat XX, melainkan aku selalu melihat seseorang yang berjalan bersama XX, yaitu NZ.
Aku, yang emosinya sedang tidak stabil, jadi pusing sendiri. Kebiasaan. Lalu aku jadi panik sendiri, apalagi pas istirahat. Aku memaksa NP ke kelas XX yang juga sekaligus menjadi kelas NZ dan WD. Pada dasarnya aku hanya ingin bertemu WD, ingin mendapat penjelasan lebih lanjut. Eh, aku malah dapat pemandangan si XX buka baju, kontan aku lari menjauhi pintu kelas. Lalu aku akhirnya berbagi cerita pada sahabatku yang lain, KE dan TE. Kebiasaanku juga, karena aku panik, aku tidak suka dicurigai dan dituduh sebagai tersangka pasti, padahal aku hanya korban.
Apalagi mengingat XX itu sahabatnya NZ, pasti NZ tambah benci padaku, ya entah mengapa aku berpikiran seperti itu dan semoga saja tidak terjadi. Lagi pula, mana mungkin aku suka pada XX? XX sudah mengata-ngatai aku, secara tidak langsung, pada status Facebooknya yang berbunyi "hey anak alumni bt yang sekolah di sertu itu anak nya brengsek juga, tampang nya aja yg polos tp ternyata sikap nya dah kyk anjuang, yg paling parah ngejeble lagi gaya nya :p :p :p". Padahal teman satu asramanya, IM, merupakan alumni Bhakti Tugas juga. XX juga mengatai ekskul yang aku ikuti, Pramuka. Ih, buat apa juga aku suka sama anak yang hobinya bikin masalah?
Aku hanya berharap, NP bersedia mengaku pada XX bahwa dirinyalah yang cinta pada XX, bukan aku, karena hingga saat ini, XX masih menyangka bahwa NPT yang dicarinya adalah aku! Aku juga berharap agar pertemananku dengan NZ tidak memburuk setelah kejadian "tragedi inisial senin" ini, juga pertemananku dengan NP dan WD, karena aku sempat memarahi mereka tadi, hehehe, peace. Ya sudah ya, aku harus pergi untuk... makan -.- see ya! :D
Hah, tapi sayangnya, aku melihat ada yang janggal, sepasang mata itu seperti ingin memberitahukanku bahwa akan ada masalah baru lagi. Dan, yak, mata itu benar! Ketika aku masuk ke kelas, salah satu sahabatku, bilang saja NP, memberitahukan kabar buruk, menyangkut inisial namanya, yang sama denganku (NPP). Beberapa bulan yang lalu, hingga sekarang, NP tergila-gila pada seseorang, katakan saja inisialnya XX. Dan XX itu adalah sahabat orang yang kusukai, yang tadi pagi menatapku kejam itu, katakan saja, inisial orang yang kusuka itu NZ. Dan ada pihak lain yang seharusnya bertanggung jawab atas semua ini, yah tidak juga, sih, inisialnya WD.
Jadi begini ceritanya, beberapa bulan yang lalu, NP memberikan sebuah hadiah untuk XX. Tapi NP tidak memberikannya langsung pada XX, melainkan dengan bantuan WD. Nah, di kotak tempat hadiah itu, NP menulis inisialnya : NPT. XX jelas penasaran dengan inisial itu, dia mencari tahu entah dengan cara apa, dan inisial itu jatuh pada korban pertama, NPA, salah satu temanku, anak perempuan berjilbab di kelas XX. Lalu korban kedua jatuh pada... Aku. Entah mengapa XX yakin sekali itu aku. WD bilang ke NP, bahwa tiap kali XX bertemu denganku, dia sering tersenyum, sayang sekali aku jarang melihat XX, melainkan aku selalu melihat seseorang yang berjalan bersama XX, yaitu NZ.
Aku, yang emosinya sedang tidak stabil, jadi pusing sendiri. Kebiasaan. Lalu aku jadi panik sendiri, apalagi pas istirahat. Aku memaksa NP ke kelas XX yang juga sekaligus menjadi kelas NZ dan WD. Pada dasarnya aku hanya ingin bertemu WD, ingin mendapat penjelasan lebih lanjut. Eh, aku malah dapat pemandangan si XX buka baju, kontan aku lari menjauhi pintu kelas. Lalu aku akhirnya berbagi cerita pada sahabatku yang lain, KE dan TE. Kebiasaanku juga, karena aku panik, aku tidak suka dicurigai dan dituduh sebagai tersangka pasti, padahal aku hanya korban.
Apalagi mengingat XX itu sahabatnya NZ, pasti NZ tambah benci padaku, ya entah mengapa aku berpikiran seperti itu dan semoga saja tidak terjadi. Lagi pula, mana mungkin aku suka pada XX? XX sudah mengata-ngatai aku, secara tidak langsung, pada status Facebooknya yang berbunyi "hey anak alumni bt yang sekolah di sertu itu anak nya brengsek juga, tampang nya aja yg polos tp ternyata sikap nya dah kyk anjuang, yg paling parah ngejeble lagi gaya nya :p :p :p". Padahal teman satu asramanya, IM, merupakan alumni Bhakti Tugas juga. XX juga mengatai ekskul yang aku ikuti, Pramuka. Ih, buat apa juga aku suka sama anak yang hobinya bikin masalah?
Aku hanya berharap, NP bersedia mengaku pada XX bahwa dirinyalah yang cinta pada XX, bukan aku, karena hingga saat ini, XX masih menyangka bahwa NPT yang dicarinya adalah aku! Aku juga berharap agar pertemananku dengan NZ tidak memburuk setelah kejadian "tragedi inisial senin" ini, juga pertemananku dengan NP dan WD, karena aku sempat memarahi mereka tadi, hehehe, peace. Ya sudah ya, aku harus pergi untuk... makan -.- see ya! :D
No comments:
Post a Comment