9.3.11

Apa ya judulnya?

Saya bingung. Entah apa rasa hati ini. Ingin saya berteriak, tapi apa yang akan saya teriakkan? Saya juga bimbang akan apa yang saya tulis. Ingin saya tulis semua yang ada didalam hati ini, tetapi sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Saya jadi teringat dengan bait puisi berjudul "semilir" yang ditulis kakak saya, Mutiara Laksmi, pada hari Minggu kemarin.

"... ada keengganan sekaligus kerinduan.
ada yang selalu membuatku tak ingin melepaskan yang telah bersama tergenggam
..."

Entahlah, saya merasa bait itu hampir sama dengan apa yang saya rasakan saat ini. Hampir sama. Sayangnya saya kira saya tidak akan bertemu dengan orang yang saya maksud. Tetapi mungkin itu hanya perasaan saya saja. Ya Tuhan, betapa keraguan ini menyesakkan dada dan pikiran saya.

Saya akan menghapus post saya yang kemarin, maaf bila sudah ada yang membaca tetapi saat itu saya sedang tidak berpikir jernih, bahkan sekarang pun saya ragu pikiran saya jernih. Saya terlalu lapar, terlalu lelah, dan terlalu banyak belajar. Tetapi saya ingin mengatakan sesuatu, mungkin untuk terakhir kalinya, karena sepertinya saya tidak memiliki banyak kesempatan. Oke, ini dia.

Saya tidak akan melupakan semuanya yang telah kita lakukan bersama, untuk selamanya, mungkin kenangan-kenangan itu akan selalu ada dalam benak saya sampai saya mati, senang sedih yang tidak mungkin terulang kembali, saya tidak akan melupakan sepatah kata pun, saya amat menghargai waktu yang telah kita lewati bersama, santai lelah, beban-beban yang kita tanggung, apapun itu yang tidak mungkin saya tulis satu-satu disini tapi akan selalu terkenang dihati. Terima kasih, kawan.

No comments:

Post a Comment