29.12.11

jam berapa sekarang? -extra-

The one that I need right here right now is to write on my diary. But everybody had fucked my mind so I can not write anymore on my diary because they will read it. But I need to write something on a paper, not in digital like this.

Padahal gue bisa gila kalo gak nulis sekarang. Terlalu frontal kayanya kalo gue tulis di sini. Menyangkut seseorang yang tak berharga di mata gue itu. Dia yang menertawakan nasib gue itu, yang sudah gue tinggalkan (padahal baru beberapa hari), udah nelponin gue ribuan kali kayanya. Seakan masih belum puas semaleman nelponin gue (yang mana gak pernah gue angkat), besoknya dan hari ini pun dia masih ngejar-ngejar gue. Gue yakin apapun yang akan di katakannya hanyalah: "Kemarilah, kembalilah kamu ke jalan Tuhan Yang Maha Adil!" makanya gue ga pernah ngangkat telponnya.

Seakan alam semesta juga gak berpihak sama gue, URGH!!! Mau deh rasanya kepala ini gue pecahin, kalau pun kepala gue punya jiwa sendiri mungkin dia udah bunuh diri juga atau kabur dan pindah tuan.

Seberapa pun usaha gue untuk menghindar dari seseorang yang tak berharga itu, pasti selalu gagal. Gue udah muter otak untuk bohong, tapi dia gak kalah kuat untuk memutar otaknya juga. Alhasil gue berusaha untuk find another lie to fix my first lie -____-"

Huffft rasanya pengen banget gue timpuk tuh orang dan teriak sekenceng-kencengnya sama dia supaya menyelesaikan semuanya diantara kita dan kita tidak perlu ada hubungan apapun lagi dalam bentuk apapun itu.

Gue cuma bisa berharap, the universe is guiding my life as my intuition guiding me.

No comments:

Post a Comment