Kepala gue penuh setan. Katanya butuh sesuatu. Setan-setan ini minta rokok, minta alkohol. Gue tolak. Sebodoh itukah gue di kibulin setan? Ya, walaupun gue masih waras untuk nggak menenggelamkan diri di dalam rokok dan alkohol, gue masih di bodohin setan untuk nggak solat. Itu masalah lain, oke?
Gue nggak bisa tidur setelah jeritan maut handphone gue yang peneleponnya pengen banget gue tusuk pake bambu runcing. Horror? Yes, I want to kill my self if I can, if there are no sins in the world. Gue nggak bisa tidur lagi.
Penat ya penat. Cukup sudah. Gue butuh nulis. Gue butuh menyiksa kertas dengan guratan-guratan kasar pensil gue, tapi nggak bisa. This is real world where I can trust no one.
Baru aja, 1:30 AM, handphone gue jerit-jerit lagi. Heran, batre tinggal 14% dari enam jam yang lalu kok nggak abis-abis. Abis kek dari tadi, bikin gue sakit kepala tau gak? Kan-___- 1:31 AM, bunyi lagi. Pengen gue lempar pake batu gunung itu yang ngirim sms.
Gue capek di kejar, capek. Masalah yang invisible antara gue dan dia aja bisa bikin kita berdua bagaikan di neraka jahanam. Gimana lagi yang visible?
Mau mati. Benar-benar a long and dark December banget. Jam setengah dua pagi, di hantui jeritan handphone yang tidak ada matinya.
Gue nggak bisa tidur setelah jeritan maut handphone gue yang peneleponnya pengen banget gue tusuk pake bambu runcing. Horror? Yes, I want to kill my self if I can, if there are no sins in the world. Gue nggak bisa tidur lagi.
Penat ya penat. Cukup sudah. Gue butuh nulis. Gue butuh menyiksa kertas dengan guratan-guratan kasar pensil gue, tapi nggak bisa. This is real world where I can trust no one.
Baru aja, 1:30 AM, handphone gue jerit-jerit lagi. Heran, batre tinggal 14% dari enam jam yang lalu kok nggak abis-abis. Abis kek dari tadi, bikin gue sakit kepala tau gak? Kan-___- 1:31 AM, bunyi lagi. Pengen gue lempar pake batu gunung itu yang ngirim sms.
Gue capek di kejar, capek. Masalah yang invisible antara gue dan dia aja bisa bikin kita berdua bagaikan di neraka jahanam. Gimana lagi yang visible?
Mau mati. Benar-benar a long and dark December banget. Jam setengah dua pagi, di hantui jeritan handphone yang tidak ada matinya.
No comments:
Post a Comment