Tak terbayang, walau semua sudah terjadi di depan mata. Situasi ini masih terasa seperti imajinasi gila yang hanya bisa dipikirkan oleh orang gila. Situasi rumit yang tak pernah saya inginkan.
Mendapat kabar teman saya meninggal karena koma setelah menjalani operasi tumor otak, kemudian mendapat kabar bahagia karena dua teman saya resmi jadian, lalu kabar antara senang dan duka: lolos seleksi olimpiade. Jadi teringat percakapan saya dengan teman saya 2 minggu lalu.
"Bagaimana, sudah ada kabar mengenai olimpiade-mu?"
"Belum, toh saya tidak berharap lolos," jawabku pasrah.
"Tapi saya berharap," balasnya. Saya hanya dapat menatapnya dalam hampa.
Dan ketika saya diberitahu bahwa saya lolos, yang ada dalam pikiran saya hanyalah teman saya itu. Padahal saya sudah bilang ke Mario akan sangat bahagia bila tidak lolos. Ada 2 teman saya yang tidak lolos. Keduanya saling mengirimkan pesan singkat lewat ponsel pada saya sebelum pengumuman itu.
Setelah itu saya dimarahi kakak saya karena pulang terlalu malam, karena setelah pengumuman hasil olimpiade itu saya melakukan kegiatan mengamati Saturnus sebentar. Minggu ini kebetulan adalah minggu Saturn Watch, kegiatan dari bulan global astronomi.
Hari Minggu kemarin adalah hari paling rumit. Apalagi bertemu seseorang yang hanya Intan tahu. Sampai saat ini saya merasa sangat tidak enak kepada Mario. Alumni saya bilang bahwa saya malas-malasan ikut, lebih baik ditukar saja. Saya sempat mempertimbangkan hal itu dan memberikannya kepada Mario, tapi Fathya bilang sistemnya tidak seperti itu.
Entahlah, saya kembali terjerat dalam jebakan negative thinking lagi.
Mendapat kabar teman saya meninggal karena koma setelah menjalani operasi tumor otak, kemudian mendapat kabar bahagia karena dua teman saya resmi jadian, lalu kabar antara senang dan duka: lolos seleksi olimpiade. Jadi teringat percakapan saya dengan teman saya 2 minggu lalu.
"Bagaimana, sudah ada kabar mengenai olimpiade-mu?"
"Belum, toh saya tidak berharap lolos," jawabku pasrah.
"Tapi saya berharap," balasnya. Saya hanya dapat menatapnya dalam hampa.
Dan ketika saya diberitahu bahwa saya lolos, yang ada dalam pikiran saya hanyalah teman saya itu. Padahal saya sudah bilang ke Mario akan sangat bahagia bila tidak lolos. Ada 2 teman saya yang tidak lolos. Keduanya saling mengirimkan pesan singkat lewat ponsel pada saya sebelum pengumuman itu.
Setelah itu saya dimarahi kakak saya karena pulang terlalu malam, karena setelah pengumuman hasil olimpiade itu saya melakukan kegiatan mengamati Saturnus sebentar. Minggu ini kebetulan adalah minggu Saturn Watch, kegiatan dari bulan global astronomi.
Hari Minggu kemarin adalah hari paling rumit. Apalagi bertemu seseorang yang hanya Intan tahu. Sampai saat ini saya merasa sangat tidak enak kepada Mario. Alumni saya bilang bahwa saya malas-malasan ikut, lebih baik ditukar saja. Saya sempat mempertimbangkan hal itu dan memberikannya kepada Mario, tapi Fathya bilang sistemnya tidak seperti itu.
Entahlah, saya kembali terjerat dalam jebakan negative thinking lagi.
No comments:
Post a Comment