26.8.12

Log-Lim

Sebagai anak yang ingin menjadi ketua, tentu kamu harus menampilkan bahwa kamulah yang terbaik, kamulah yang paling berprospek cerah untuk menjadi ketua.
Pol pernah menyindirku saat aku bicara tentang dirinya ke orang banyak. Pol bilang, "yahhhh, model persaingan apapun, kalo niatnya udah jelek jadinya pun jelek." Dan jangan kira, aku belum lupa kalimat Pol yang satu itu.
Semenjak aku ditakdirkan ikut ajang paling bergengsi se-Indonesia itu, Pol tahu, aku jadi benci berada dekat dengannya. Seakan keberadaan Pol itu destruktif untukku. Menghancurkan segala rencana dan kegiatanku. Dan ternyata Pol lebih egois dibandingkan denganku.
Tapi seorang Log menyadarkanku, Log bilang, "ya pasti dia melakukan itu ada alasannya lah," dan aku sudah tahu dari awal alasan Pol melakukan itu semua. Dan segala alasan Pol itu baik sekali........tapi egois. Sampai menginterogasi orang-orang yang Pol pikir "target" karena mereka diajukan beberapa pertanyaan oleh senior.
Apapun yang akan terjadi dan apapun yang akan kupilih, aku sudah menyatakan bahwa aku akan selamanya meninggalkan Pol, dan semua orang yang sudah Pol cuci otaknya dengan pikiran-pikiran Pol itu. Terkecuali bila ada seorang Log lain yang pikiran lebih maju.
Aku sendiri sebenarnya berat untuk menyatakan itu ke Pol, terlebih Polmengungkit sesuatu malam itu, "Kenapa? Bukannya lo tergila-gila sama bidang ini?" tanya Pol waktu itu. "Ya," jawabku sambil menatap salah satu "target" yang kelelahan tertidur di kursi depan, "gue tergila-gila."

No comments:

Post a Comment