"Semua orang bisa berinteraksi, tapi gak semua orang bisa berkomunikasi," +6285341737711, 22 Oktober 2012, 6:01 PM.
Tadinya SMS aneh dari nomer unknown itu gue abaikan. Sekarang malah jadi masalah pokok peperangan di otak gue. Emang ada orang yang nggak bisa komunikasi? Kenapa nggak semua orang bisa berkomunikasi? Kalo nggak ada komunikasi nggak bisa sosialisasi dong? Nggak normal dong? Nggak ada komunikasi seseorang mau jadi apa? Mau jadi patungkah?
Oke, ceritanya gue sekarang seperti jadi tumbal (gue merasa gue jadi tumbal-___-) karena duduk sama orang paling freak didunia. Kalo freaknya kaya Gelion atau Fathya mah gue masih nerima, karena sebenci-bencinya gue sama mereka toh gue tetap mendukung mereka, tetap support mereka, tetap sayang sama mereka. Nah si freak ini? Apa yang mau dibanggain? Pinter kagak, freak iya. Ngomong nggak bisa, nyari kelompok nggak mau, kerjaannya nangis. Mau jadi apa coba? Udah gitu beraninya main belakang, sok-sok bilang supaya gue mengintrospeksi diri segala.
Gue nggak ngerti mau dia apa. Atau minimal maksud dan latar belakangnya deh. Coba lo bayangin kalau lo baru kenalan sama seseorang, terus dia ngikutin kemana pun lo pergi tanpa ngomong sepatah kata pun, say hi pun tidak. Weird nggak sih? Terus karena memang lo juga merasa aneh kalo tiba-tiba say hi duluan (secara dia bener-bener ngikutin, ngintil dibelakang lo) dia merasa lo cuekin dan bikin status, "Gue capek dicuekin," what the..........
Terus ketika dia nanya satu nomer (entah pelajaran apa pun itu) dan lo mau jawab, dia akan terus nyecer lo untuk menjawab semua soal yang dia nggak ngerti (yang mana SEMUA soal yang dia ajukan setelah pertanyaan pertama) padahal lo udah berusaha mengelak karena lo juga punya tugas lain. Terus juga kalau lo, sebagai manusia yang jelas-jelas makhluk sosial, disuruh nyari kelompok pasti aktif dong? Nah si freak ini malah diem di tempat duduk dan berharap ada yang nyamperin dia. OMG, please my dear.... diskusi aja dia males gimana orang-orang bakal interest dan nyamperin dia? Dan ketika nggak ada yang nyamperin dia, senjata andalannya adalah: nangis. Alay banget sumpah.
Nah, masalah utama yang dia hadapi adalah dia memang nggak bisa komunikasi. Tapi dia juga nggak ada usaha! Itu masalahnyaaaarghhhh rawr gigit nih! Gue gemes banget sama tuh anak. Niatnya Idul Adha kemaren pengen gue santronin sama temen gue dan pengen gue ajak ngomong, gue kasih dia kesempatan 2 hari dan kalau nggak ada perubahan, gue akan-dengan cara apapun itu-kembali duduk sama temen gue yang dulu gue tinggalkan. Segoblok-gobloknya gue pernah menjadi gue adalah memutuskan untuk jadi tumbal.
Dan kembali ke pertanyaan awal, emang ada orang yang nggak bisa komunikasi? Terus dia mau jadi apa toh kan kita sebagai manusia yang jelas-jelas adalah makhluk sosial pasti butuh yang namanya komunikasi? Semoga gue cepet-cepet kelarin ini masalah dan nggak perlu lagi berurusan sama orang aneh kaya dia. Emang jahat, sih. Tapi mau gimana? Gue nggak pengen punya bayangan kedua...
No comments:
Post a Comment