20.3.13

Summertime Sadness

Mengapa judulnya Summertime Sadness? Karena saya memang lagi gila sama lagu satu itu, yang dinyanyikan oleh Lana del Rey. Patah hati banget dengerinnya, apalagi liat video clipnya </////3

Bagaimana pun, minggu ini saya benar-benar kacau, meskipun memang belum masuk summertime mungkin. Saya jatuh, drop, terjebak, berusaha untuk tidak tersiksa oleh kesimpulan yang saya tarik sendiri, berusaha supaya tidak terjebak dalam delusi, berusaha untuk tidak yakin bahwa kehidupan yang saya kenal telah pergi. Dan benar-benar nggak ada yang tahu sekacau apa saya sekarang ini.

Mendadak masa lalu kembali lagi. Yang PHP lagi. Yang sembunyi-sembunyi lagi. Yang menerkam dari belakang lagi. Yang diam-diam menggerogoti. Yang seperti ingin tapi tak ingin. Yang berusaha polos tapi sebenarnya tidak demikian.

Entah sebenernya yang nggak normal itu kehidupan disekeliling saya atau malah kehidupan saya? Saya selalu nggak ngerti kenapa orang-orang sedemikian hebat bersandiwara di depan saya. Dan membiarkan saya terus bertanya-tanya mengapa mereka nggak membiarkan saya tahu yang sebenarnya, yang apa adanya?

Dan mengapa juga lagi-lagi Dia lagi? Dia selalu memberi kesempatan buat saya untuk mencari tahu segalanya yang Dia tahu. Padahal saya nggak mau mengecewakan Dia untuk yang kedua kalinya.... Tapi sudah terjadi ya apa boleh buat? Akhirnya saya tahu, apa saja yang sebenarnya terjadi.

Dan lagi-lagi... Dia terlibat lagi.

Saya kadang suka heran bagaimana penampilan orang diluar, bisa berbeda bahkan berkebalikkan dengan sifat dan hatinya di dalam. Saya juga kadang suka heran bagaimana perilaku orang lain, yang dianggap benar oleh orang lain dan yang melakukan, bisa saya anggap salah.

Terlebih.... Kadang saya suka heran, kenapa saya selalu bisa tahu ketidakbenaran yang ditutup-tutupi, bagaimana pun caranya. Dan kebanyakan, benar-benar membuat saya jleb nggak menyangka. Ekspresi pertamanya juga bisa jadi macam-macam, entah saya menggelengkan kepala, sakit hati, ingin menangis, tertawa histeris, atau gabungan semuanya.

Dan lagi-lagi... saya cuma bisa mengingat kalimat jadul dari teman saya (yang menjuluki dirinya mysterious guy) yang sedaritadi melayang-layang di atas kepala, di samping telinga, berusaha menenangkan tapi nggak bisa: "Nggak semua yang ada di dunia ini perlu lo tahu."

No comments:

Post a Comment