5.4.13

Log-Lim

Hari ini aku semangat sekali ke sekolah. Pagi-pagi Hex sudah mengirimiku pesan tentang kapan aku akan berangkat ke sekolah. Aku segera mengabarinya bahwa aku akan berangkat. Dan aku sampai di sekolah pukul 6.25 AM. Belum ada satupun rombonganku yang datang. Akhirnya aku memutuskan pergi ke koperasi dan minta ijin supaya dibolehkan duduk disana.

Test sepertinya tidak sesulit yang ada di bayanganku. Tadi selagi menunggu rombongan lain datang, Dec, Log, Sin, Hex, Tan, aku, dan beberapa yang lain sempat belajar. Beberapa kali Hex, Tan, dan Dec bicara tentang materinya, tapi aku tidak mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Lagi pula aku betul-betul tidak mengerti. Dan Log menyikut lenganku, "Lo ngerti nggak, Lim?" Aku hanya bisa nyengir lebar.

Aku mengumpulkan kertasnya paling pertama. Log langsung terpancing dan bertanya, "Apa maksud lo ngumpulin pertama, hah?" Lagi-lagi aku hanya bisa nyengir lebar, tapi kali ini diikuti jawaban, "Buat ngejatohin mental lo."

Dan.... Apalagi sih yang biasa aku ceritakan kalau bukan karena aku cemburu pada Tan? Sahabat baikku itu?

Tan sedang mengobrol dengan Log dan tiba-tiba saja Log bilang, "I love you, girl." meskipun hanya untuk basa-basi saja. Dan diakhir hari setelah Tan, Log, dan aku berpisah... Tan malah cerita bahwa tadi ia sempat pergi dan tersesat bersama Sin. Dengan membawa ponsel Log. "Tau nggak, sih, Lim. Tadi tuh gue sampe nyasar sama Sin muter-muter. Mana handphone-nya Log di password, gue jadi bingung gue harus apa."

Mungkin kakak kelasku itu benar. Tidak ada yang namanya sahabat. Dan ironisnya, sahabat itu seperti berlian... harus ditemukan karena tidak bisa dibuat. Mungkin aku harus mengkonfirmasi kembali apakah sebenarnya Tan itu sahabatku atau apa...?

Mendadak suasana sore hariku berkebalikan dengan suasana pagi hari tadi.

Mungkin sepertinya ini akan menjadi akhir dari segalanya, karena Tan pada dasarnya terlalu agresif dan ambisius. Sudah saatnya aku harus menyelesaikan cerita ini.

No comments:

Post a Comment