21.7.25

brokenheart: dunia fana

---nama perempuan itu
hatiku terasa gusar, tatkala nama perempuan itu terucap lagi dari bibirmu. entah sejak kapan, buatku dirimu seperti buku yang terbuka lebar, sangat mudah dibaca. ketika namanya disebut, matamu akan langsung berbinar: tertarik dan penasaran. dan aku tidak suka melihat itu. ketika kamu menyebut namanya, suaramu akan terdengar riang. dan aku tidak suka mendengar itu.

"kamu sudah tidak main lagi dengan [nama perempuan itu]?" kali ini suaramu rendah, namun aku tahu pasti apa intensimu menanyakan perempuan itu padaku.
'ah, aku sudah jarang kontakan sama [nama perempuan itu]' jawabku singkat.
"kemarin aku sempat bertemu [nama perempuan itu] di [sebuah acara]" sekarang ada seberkas nada riang. tipis sekali, namun aku bisa mendengarnya.
'oh, ya? bagaimana kabarnya?'
"[kamu menjelaskan, namun aku tidak mau mendengarnya. aku tidak mau tahu.]" kini aku mendengar ada sedikit nada kecewa, karena perempuan itu nampaknya masih sibuk dengan pekerjaannya. setahuku, perempuan itu memang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, sangat profesional.

hatiku terasa gusar, tatkala mengingat pertemuan terakhirku dengan perempuan itu.
"kamu, mah, enak. masih ada [menyebut namamu] yang bisa diajak berdiskusi. aku ngga ada." ujar perempuan itu padaku. padahal saat itu, aku dan dirimu sedang tidak terlalu dekat. aku bahkan tidak menceritakan apa-apa padamu, aku hadapi semuanya sendirian. ada rasa sedikit lega ketika perempuan itu berpikir demikian. biarlah perempuan itu berpikir demikian untuk sementara.

di tiap kali pertemuanku dengan perempuan itu, perempuan itu selalu menanyakan kabarmu. di beberapa kesempatan, perempuan itu akan menceritakan jika ia bertemu denganmu. perempuan itu tidak menunjukkan rasa gembiranya ketika menceritakan itu padaku, namun aku bisa melihat semuanya. buatku, perempuan itu juga sama seperti dirimu: layaknya buku yang terbuka lebar, sangat mudah dibaca. pertanyaan-pertanyaannya yang diajukannya padaku tentang dirimu, aku tahu persis itu perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan padanya. itu perasaan yang sama seperti yang aku rasakan padamu. aku tidak suka melihat itu. aku masih menginginkanmu.



---dunia fana
dalam agama kita, jika seseorang berhasil menjodohkan pasangan sampai menikah, maka seseorang itu dijanjikan pahala yang besar. apakah menjodohkanmu dengan perempuan itu patut kucoba? nampaknya kamu memang tidak pernah, dan tidak akan pernah, melihatku sebagai pilihan untuk menjadi pasangan hidupmu. dan aku juga sudah terlalu kasihan melihatmu terus gagal dalam hubungan asmara. dan aku terlalu kesal melihat kalian berdua yang sama-sama buta tidak bisa melihat perasaan kalian, baik masing-masing atau satu sama lain. seperti melihat dua orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.

tapi aku tidak munafik. aku masih menginginkanmu.

tapi aku tidak mau egois, aku ingin melihatmu bahagia. meskipun jika itu bukan denganku. dunia ini fana. perasaanku padamu ini fana. biarlah aku berperang denganku diriku sendiri. untuk apa Tuhan tiba-tiba memberikanku "wangsit" untuk menjodohkan kalian? apakah memang ini jalannya?

akan kucoba, segera.

No comments:

Post a Comment