Ya. Arc. Siapa lagi? Mengirim pesan singkat pagi-pagi. Mengganggu hati. Merusak hari. Bagai tahu isi nurani.
4 kata. Tak berdosa. Terdampar pada sebuah layar.
"Hey bibeh happy valday"
Hahaha. Aku jadi tertawa. Tapi tanpa rasa. Membaca sekenanya. Tapi mungkin pesan itu masih bermakna. Walau aku tak tahu apa. Sempat terlintas dalam kepala... Did you mean failed valentine day? Because there's nothing between us.
Kamu sendiri yang membuat kita jadi begini. Terpisah jarak beribu-ribu kaki. Dan kamu pula yang akhirnya jatuh hati pada yang lain. Terlebih lagi, kamu jatuh hati pada orang yang telah lama aku benci. Melupakan aku yang sendiri. Tidak memberi kabar buruk atau baik. Padahal aku menanti. Padahal aku sudah menerima kenyataan bahwa kamu telah memilih. Memilih dia dibanding diri ini.
Karena toh kamu jauh, aku mudah melupakanmu. Segala memori tentang dirimu. Lalu aku punya "modusan" baru. Kata temanku, "modusan"-ku lebih baik darimu. Aku beranjak dari kolam berisi kenangan bersamamu. Tapi mengapa tiba-tiba kamu muncul lagi? Mengirimiku pesan seperti ini? Mau membuatku terpuruk lagi? Apa tak cukup menikamku dengan bermanis-manis padanya dalam "beberapa" tweets?
Kemudian, dari pada lama-lama, kuhapus saja. Sama seperti kamu yang mudah menghapus segalanya tentang kita. Kini yang ada hanya tentang kalian. Tapi jangan cemas, aku juga bahagia. Sama bahagianya layaknya kalian. Dan meski aku menghapus pesanmu, ada sekelebat kalimat yang menari ringan tak terucapkan... Happy valentine too, darling.
No comments:
Post a Comment