Kenapa HR? Gue nggak tahu. Macem Diagram HR a.k.a Hertzprung-Russel ya. Jadi, sebenernya lagi-lagi postingan gue nggak nyambung sama judulnya. Gue akan bercerita....
Jadi, gue punya seorang teman, nggak bisa dibilang teman juga kali ya.... Sekarang lumayan deket sama gue *eaaaaa* temen sebangku gue pula! tapi doi cewek -___-" Dan, ada sebuah fakta yang mengejutkan bahwa dulu, kita kenal nama bukan karena kenalan jabat tangan "Hai nama gue Anu!" tapi cuma mendengarkan absen. How ajaib it is. Profil singkatnya bisa dilihat dibawah sebagai berikut.
.
.
.
Oke-,- itu profil nggak semuanya akurat yah btw ^^
Rani adalah makhluk paling ajaib yang gue temui setelah Coelenterata dan Mario. Rani, seperti kebanyakan temen gue yang lainnya, *well yang ini cuma opini dari gue* bisa mengendalikan mood yah. Sering gue tau sebenernya apa yang dia pikirkan, tapi nggak dia ucapkan. Sebenernya itu karena kesotilan gue aja :/
Rani juga jadi orang terpenting gue kali ya saat ini. Segala risau dihati gue curahkan ke Rani. Sampe kadang gue ngerasa nggak enak karena lebih banyak gue yang curhat daripada Rani yang curhat ke gue-,-
Rani juga "primadona kepo"-nya kelas xD gue nggak tahu apakah itu bahasa yang tepat... Jadi, Rani itu memunculkan sedikit-banyak rasa kepo pada beberapa orang. Melalui bahasa puitisnya *atau sering dibilang melankolis* Rani menceritakan kisahnya bersama seseorang yang ditemuinya dan perjuangannya membangun EFC (?) Rani sering juga dicari orang atas kemampuannya merangkai kata. Mau bukti? silahkan buka ranifitriyani.blogspot.com yahh^^
Dan kembali ke yang pertama, Rani itu makhluk yang terbilang ajaib karena... Kalo lo ngeliat dia pagi-pagi hari Rabu pas pelajaran Kimia pasti bawaannya mau ngakak. Nggak ngerti kenapa... Apalagi hari Kamis di jam pelajaran terakhir yang diisi Matematika itu, ada segala otak bau ayam KFC-lah. Terus hari Jumat yang belakangan ini pasti selalu gue tunggu-tunggu, untungnya Rani nggak berpikiran bahwa otak gue bau ruang audio visual-___-
Dan menurut gue, Rani itu kocak di tengah kebijakannya, atau bijak di tengah kekocakkannya. Atau... kocak di tengah kekocakkannya. Apalah itu. Tapi emang dasar, Rani itu sebenernya kocak. Dan kadang suka bikin kita agak amazed ya.
Tapi sebenernya itu belum seberapa dari yang gue rasakan setiap hari di kehidupan nyata sih. Well, overall Rani itu baik kok :') Walaupun agak sedikit ambigu yah belakangan ini, tapi nggak apa-apa lah. Daripada gue harus ber-ambigu ria sama Gelion kan nanti bisa sesat ya, mendingan sama Rani aja. Wkwkwk daripada nanti nggak selesai, mending gue selesai-in sekarang aja(?)
Rani juga jadi orang terpenting gue kali ya saat ini. Segala risau dihati gue curahkan ke Rani. Sampe kadang gue ngerasa nggak enak karena lebih banyak gue yang curhat daripada Rani yang curhat ke gue-,-
Rani juga "primadona kepo"-nya kelas xD gue nggak tahu apakah itu bahasa yang tepat... Jadi, Rani itu memunculkan sedikit-banyak rasa kepo pada beberapa orang. Melalui bahasa puitisnya *atau sering dibilang melankolis* Rani menceritakan kisahnya bersama seseorang yang ditemuinya dan perjuangannya membangun EFC (?) Rani sering juga dicari orang atas kemampuannya merangkai kata. Mau bukti? silahkan buka ranifitriyani.blogspot.com yahh^^
Dan kembali ke yang pertama, Rani itu makhluk yang terbilang ajaib karena... Kalo lo ngeliat dia pagi-pagi hari Rabu pas pelajaran Kimia pasti bawaannya mau ngakak. Nggak ngerti kenapa... Apalagi hari Kamis di jam pelajaran terakhir yang diisi Matematika itu, ada segala otak bau ayam KFC-lah. Terus hari Jumat yang belakangan ini pasti selalu gue tunggu-tunggu, untungnya Rani nggak berpikiran bahwa otak gue bau ruang audio visual-___-
Dan menurut gue, Rani itu kocak di tengah kebijakannya, atau bijak di tengah kekocakkannya. Atau... kocak di tengah kekocakkannya. Apalah itu. Tapi emang dasar, Rani itu sebenernya kocak. Dan kadang suka bikin kita agak amazed ya.
![]() |
| jadi Rani itu kadang tetep nanggepin walaupun omongan kita udah melenceng *bahkan lebih parah* |
![]() |
| Rani juga sering bikin kalimat aneh, yang paling gue inget adalah dia menjuluki dirinya "Rani Cihuy" dan gue "Nadya Clingcling" (atau bagaimanapun itu ditulis) |
![]() |
| Kalo udah kumat yaudah nggak usah ditanya... |
![]() |
| Dari virus jadi ke hati... Sama Rani harus siap dibawa tenggelam dah pokoknya. |
Tapi sebenernya itu belum seberapa dari yang gue rasakan setiap hari di kehidupan nyata sih. Well, overall Rani itu baik kok :') Walaupun agak sedikit ambigu yah belakangan ini, tapi nggak apa-apa lah. Daripada gue harus ber-ambigu ria sama Gelion kan nanti bisa sesat ya, mendingan sama Rani aja. Wkwkwk daripada nanti nggak selesai, mending gue selesai-in sekarang aja(?)
Rani, gue doakan lo semoga lebih sabar dalam menghadapi gue ya, semoga sehat selalu, semoga dapet gebetan baru atau paling nggak hubungan lo dengan *piip* semakin maju(entah kenapa ini terdengar ambigu), semoga rezeki lancar terus dan prestasi makin baik dan nggak terjun payung kaya gue, aamiin.





No comments:
Post a Comment