20.11.13

cerita sma part xvi

Harusnya sekarang gue udah mulai ngerjain salah satu dari sederet tugas-tugas gue. Tapi gue malah blogging dan makan udon sampe kepedesan sendiri.

Entah kenapa gue merasa belakangan ini gue dituntut untuk menjadi RPAL dan sebuah mesin serbabisa. Iya, gue sedang berada di masa kelas tiga tingkat SMA.

Tapi harusnya nggak gini juga kali bok.

Di SMA gue, ada sekitar 14 mata pelajaran untuk perjurusannya. Bayangkan. 14 mata pelajaran. Dan gue merasa belakangan ini, setiap guru mapel menuntut murid-muridnya untuk fokus. Tapi tiap guru mapel, kalo ngasih tugas bikin fokus jadi kepecah. Yang pada akhirnya.... nggak ada satupun dari berpuluh-puluh materi itu yang masuk ke otak.

Bayangin aja kalo dalam seminggu, lo dikasih tugas matematika 36++ soal, 120 soal kimia, bikin puisi dan majas tapi kalimatnya harus yang complicated, 10 soal bahasa inggris, 20 soal fisika, arti dari 10 kata bahasa jerman dan kaitannya (yang menurut gue sulit), dan harus mikirin gerakan untuk maju modern dance.

Hayolo. Mau fokus gimana coba? Sementara lo harus tetep ngulang pelajaran kelas 1 dan 2 serta paling nggak nyicipin sekali dua kali soal-soal un dan sbmptn. Belom lagi kalo lo punya kegiatan lain.

Dan nggak semua tugas itu lo ngerti. Ada guru yang ngejelasin di depan kelas dengan baik-benar-sabar-yatuhannantimasukindiakesurga, ada juga guru yang ngejelasinnya setengah-setengah dan selalu punya pikiran bahwa semua muridnya ikut bimbel, ada juga guru yang ngejelasinnya jarang-jarang dan mengandalkan penuh kemampuan anak untuk otodidak. 

Gue nggak menyalahkan siapa-siapa sih. Tapi..... yah, mungkin gue cuma capek. Gue nggak pernah ngerti kenapa sepertinya kehidupan teman-teman gue kok adem ayem aja dan tiba-tiba keesokan harinya tugas mereka sudah selesai dengan selamat sentosa.

Semoga di angkatan gue, semua anak kelas tiga yang macem gue gini diberi kesabaran dan keikhlasan penuh, biar lebih bisa menerima apa sih maunya hidup ini, hiksss.

Semoga Tuhan juga mengampuni dosa-dosa guru-guru ini, mereka tidak bersalah, tapi silabus pendidikannya yang salah.

No comments:

Post a Comment