7.12.13

Malam itu...

Betapa kau tak tahu rasanya
Udara menjadi dingin,
cahaya seolah meredup.
Hati ini menjerit-jerit pilu
Basah kuyup oleh penasaran
Tanda tanya itu sudah diujung lidah,
namun setelah sekian lama...
ia tetap terpendam.

Dan udara semakin dingin, tubuhku bergetar.
Cahaya seolah makin redup, padahal terang benderang.
Kumatikan sebelah sana, tak berharap ada yang datang.


Betapa kau tak tahu rasanya
Udara dingin malam hari berhembus,
cahaya seolah makin gemilang.
Dentuman musik mengalun, 
merambat riang, nadanya juga riang
Hati ini gembira
Tak ada beban disana
Hanya sejumput masa lalu...

Dan udara makin dingin, cahaya diredupkan.
Malam makin menjadi.
Tak ada salahnya tetap membiarkannya menyala,
siapa tahu akan ada yang datang.

No comments:

Post a Comment